Oleh: Komang Sugiarta | Juni 19, 2012

PASRAMAN “ KRIYA WINANGUN “ BANJAR TEGALLINGGAH”. Sebagai Wadah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Menuju Banjar Yang Jagaditha.

BILD0742 BILD0749

Candi Kurung dan Pemujaan Padmasana di Banjar Tegallinggah, setelah Direnovasi.

Apa yang terbayang dibenak Masyarakat kebanyakan / awam begitu mendengar Pasraman ? mungkin sekilas akan terpikirkan tempat seorang pendeta, tempat kumpulan jero mangku yang telah berumur yang membahas tentang bebantenan, mantera dan membahas perdebatan yang rumit tentang agama hindhu. Dan dalam kehidupan nyata / Fakta dilapangan kenyataannya masih sangat minimnya Pemahaman akan Agama Hindhu itu sendiri, seolah-olah apa yang mereka lakukan turun temurun menyangkut Adat Istiadat Itulah Agama. Pemahaman yang mana Adat dan yang mana Agama sepertinya menjadi rancu sehingga sering terlihat sangat Paradok/ bertentangan antara Agama dan Adat itu sendiri. Terlihat Agama seperti terbungkus oleh Adat Istiadat.Begitu juga akan halnya yang sangat semarak menyangkut Pelaksanaan Upacara Yadnya yang menghabiskan biaya yang sangat besar, belum diimbangi sama Pemahaman Agama yang seimbang dengan Pelaksanaan Upacara/ Ritual. Invetasi dalam hal pendidikan dalam meningkatkan SDM umat kita masih sangat minim . Pertemuan di banjar / sangkepan tema yang dibahas masih didominasi adat dan dedosan, hal itu berarti peningkatan SDM melalui media Banjar masih sangat minim.

BILD0696 BILD0757
DSC02855 DSC02894

Belajar di Pesraman, sepertinya persepsi Masyarakat hanya belajar tentang Pelajaran agama Saja, sudah saatnya Pesraman harus ditampilkan dipresentasikan sebagai lembaga tradisional yang multi fungsi , tetapi menyiapkan SDM nya mampu bersaing kedepan dengan mengikuti perkembangan Teknologi dan materi pembelajaran/ program menyesuaikan dengan tuntutan jaman dimasa Global yang tidak kehilangan jati diri Budaya yang dijiwai Agama Hindu.

Apa yang terbayang dibenak Masyarakat begitu mendengar kata Banjar, seperti yang telah disebukan diatas, persepsi Masyarakat Kebanyakan masih merupakan Lembaga yang hanya mengurus masalah persoalan Adat saja, yang seolah-olah Adat / Budaya adalah merupakan hanya peninggalan masa Lalu saja, tetapi yang lebih mendasar harus ada pemikiran dan gerakan reformasi minset tentang Banjar, bahwa banjar juga disamping harus mempertahankan peninggalan yang baik dimasa lalu, tetapi kalau yang sudah tidak cocok lagi dimasa kini , apalagi dimasa datang semestinya menjadi pokok perhatian untuk di revisi atau diperbaiki.

Upakara Adat yang sudah menjadi kebiasaan dengan kurangnya Pemaknaan sudah semestinya berani mengadakan terobosan dengan penyederhanaan ataupun dengan melakukan Upakara secara bersama / Masal ( seperti ngaben masal, atau yang lainnya ).

Begitu pula SDM Warga Banjar khusunya Pengurus/ Klian atau Prajuru Banjar sudah semestinya dapat peningkatan penguatan SDM, dengan melakukan program Pendidikan Kemasayarakatan melalui jalur Pendidikan Non Formal kerjasama dengan Lembaga yang ada di Banjar/ Desa , sehingga masyarakatnya menjadi melek secara Umum ataupun melek tentang Teknologi. Lembaga Banjar bersinergi dengan Pemerintah /Dinas /Instansi memerangi kebodohan mAsyarakat/Krama dengan Program Keaksaraan, Kejar Paket ataupun ketrampilan. Begitu juga gerakan membiasakan masyarakatnya senang membaca melalui Taman Bacaan Masyarakat yang ada di Banjar. Penganguran dan ketenaga kerjaan tentunya bisa digarap melalui Lfe Skill.

Masalah keamanan menjadi titik perhatian yang utama, perkelahian antar pemuda, perselisihan antar Banjar yang banyak dipicu oleh persoalan anak-anak muda yang sesungguhnya sering inti persoalannya masalah sepele, seperti ketersinggungan. Juga adanya bemper untukmenjauhkan generasi mudanya dari bahaya Narkoba, HIP dan minuman beralkohol

Masalah Lingkungan , diantaranya Sanitasi, kebersihan Lingkungan , merupakan sesuatu yang perlu digarap oleh Pengurus Banjar dengan melibatkan Krama Banjar , tentunya hal ini merupakan cikal bakal menjadikan banjar kedepannya bisa dipersiapkan untuk menjadi Desa Wisata dalam skup wilayah Banjar Adat. Yang idak kalah pentingnya peran ibu-ibu bisa digarap secara Optimal dalam konteks Pemberdayaan Perempuan.

Ekonomi Warga / Krama Banjar tentunya juga harus mendapatkan perhatian dari para Prajurunya, tentunya hal ini kerjasama dengan Aparat Pemerintahan / Dinas Instansi terkait. Lembaga Ekonomi yang sangat urgen mestinya bisa dibentuk Koperasi Banjar, yang bisa melayani kebutuhan karma Banjar dengan mendapatkan harga yang leih murah dan Pelayanan yang lebih baik.

Dengan gambaran sekilas tentang Pesraman dan pemahaman tentang agama Hindhu di Bali khususnya di masyarakat , tentunya perlu diajarkan / diperkenalkan agama hindhu sejak usia dini dan Taman Kanak Kanak ( TK ). Penanaman nilai-nilai Agama Hindu secara kongkrit dapat disampaikan melaui Pendidikan . Pesraman merupakan sebuah solusi untuk tempat penyampaian nilai-nilai agama hindu, sehingga tidak melahirkan Generasi “ Anak Mula Keto “. Pendidikan di Pesraman menekankan pada disiplin diri , mengembangkan akhlak mulia, pengekangan hawa nafsu, rajin, suka bekerja keras dan gemar menolong oranglain.

Proses edukasi pasraman harus mengusung dan berpayung pada tiga komponen dasar, yakni satyam – ciwam – sundaram (benar – suci – indah). Tiga substansi ini tak bisa dipisahkan satu sama lain. Sebab, merupakan biji dasar, energi utama yang akan membangun meru kesadaran (meru dandaksara), sebab ia merupakan kapasitas kecerdasan akal budi, tiga mantra kecerdasan yang harus dihidupkan pada pribadi manusia. Tanpa tiga energi itu, mustahil direngkuh kecerdasan Tuhan. Diharapkan dari pasraman ini akan lahir manusia muda yang tak cuma memiliki bobot pengetahuan tinggi, tetapi rasa dan wiweka-nya juga mengagumkan. Sanggup menghadapi zaman yang senantiasa berubah, serta jelas akar ke-Bali-annya,

Pasraman bukan membentuk manusia yang hanya akan menggeluti hal hal yang bersifat rohani saja akan tetapi adalah mempersiapkan kehidupan gryahasta supaya bermanfaat untuk masyarakat dan menyumbang kepada masyarakat sesuai dengan kewajiban material mereka masing masing.

Pasraman Kriya Winangun Banjar adat Tegallinggah merupakan Lembaga yang berbentuk Yayasan , yang ada dibawah lingkup Banjar tegallinggah.

Prejuru Banjar  Tegallinggah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: