Oleh: Komang Sugiarta | Februari 6, 2011

Pembenihan Padi Organik

Hemat Tempat & Efektif dalam perawatan.
imageMungkin selama ini petani kita masih disibukan dengan lahan pembenihan  jika menjelang musim tanam, sedangkan tanaman sebelumnya masih bisa untuk berproduksi (tanggung untuk diganti dengan tanaman padi). Suatu cara yang sudah dikembangkan oleh petani di luar Bali, pembenihan tetap bisa dilaksanakan dengan tidak mengorbankan tanaman yang masih ada, yaitu pembenihan menggunakan media/tempat terpisah dengan lahan yang akan ditanami (pembenihan dilakukan pada nampan atau sejeisnisnya) ini cukup efektif dan dapat di jadikan solusi alternative apabila lahan pesemaian kendala, atau pada saat pesemaian benih sering terjadi gangguan hama seperti Tikus, Burung, atau hama lainnya.
Begitu juga apabila kita mengharapkan hasil panen yang lebih, hendaknya dilakukan perawatan mulai dari pemilihan benih, perawatan benih, serta proses pencabutan benih tidak menyakiti benih itu

Langkah-langkah persiapan benih padi dengan menggunakan metoda SRI (System of Rice Intensification) :

Buat larutan air garam image

dalam ember untuk perendaman benih padi

Gunakan telur itik sebagai indikator konsentrasi larutan garam ; apabila telur itik mengapung dalam larutan tersebut, maka konsentrasi garam telah dianggap cukup / sesuai.

Benih dimasukkan ke dalam larutan garam tersebut (kebutuhan benih sekitar 5 kg/ha)

image

imageDiamkan selama Benih diaduk secara pe rlahan selama 1 – 2 menit.

kurang lebih 10 – 15 menit sampai benih yang baik dan yang jelek terpisah. Benih baik akan tenggelam, sedangkan  benih jelek akan terapung

Benih yang mengapung disisihkan dengan  Menggunakan saringan.

imageBenih tenggelam diambil dan dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan sisa garam yang menempel.

imageBenih yang terpilih kemudian direndam dalam air bers ih selama 24 – 48 jam (1 -2 hari)

imageBenih kemudian ditiriskan (di angin-anginkan di tempat teduh yang terlindung) selama 1 – 2 hari sampai berkecambah.

Langkah-langkah persemaian benih :

  1. Siapkan tempat persemaian dengan baik. Persemaian dapat berupa nampan plastik, nampan anyaman bambu, atau lahan persemaian seperti pada metoda konvensional (cara ini tidak  dianjurkan karena lebih beresiko pada kerusakan akar bibit)
  2. Lapisi tempat persemaian dengan daun pisang segar.
  3. Lapisi di atas daun pisang dengan media tanah (sebaiknya campuran tanah dan kompos (1 banding 1) setebal 4 cm.
  4. Benih kemudian ditabur merata di atas media tanah.
  5. Tutup benih yang disemai dengan media tanah secara tipis (sekitar 0,5 – 1 cm).
  6. Simpan nampan pembibitan di atas rak-rak yang telah disediakan di tempat terbuka atau tempat bernaungan yang tembus cahaya matahari (sungkup plastik ; untuk menghindari limpasan air hujan) dan terlindung dari hewapiaraan.
  7. Siram persemaian dengan menggunakan sprayer yang bersih (bebas dari sisa pestisida) setiap hari, sebaiknya pagi dan sore hari.
  8. Bibit akan siap dipindahtanamkan pada umur 5 – 10 hari setelah semai (2 helai daun).

image

image
image image

image

image

Kebutuhan benih untuk 1 hektar lahan maksimal 12-15 kg, hal ini téh tergantung pola tanam yang digunakan

Benih Padi siap tanam Peluang baru Benih padi umur 11 hari
clip_image002[4] clip_image002
  • Dipersembahkan
  • Team Koperasi Organik Indonesia ( KOI )
  • Komang Sugiarta, Email : prusugi@gmail.com
  • Sumber : Panduan Budidaya Padi Hemat Air / SRI – DISIMP – Nippon Koei

Responses

  1. ditempat kami banyak sekali hama keong yg suka memakan bibit padi,,,bgmn kah cara mengatasinya Gan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: