Oleh: Komang Sugiarta | Oktober 11, 2009

IDE KONSEP “ KIM KOMUNITAS “ .

KELOMPOK PENGRAJIN KARANGASEM”

Tergabung dalam KIM dalam upaya memperkuat Pilar Ekonomi Kerakyatan.

Siapa Yang Menguasai Informasi dia yang akan jadi Pemenang …?

DSC00864 DSC00854

KIM Komunitas ini coba digagas, dalam arti untuk mempertajam Peran dan Fungsi KIM dalam hal memberikan Layanan Informasi yang sfesifik untuk para Komunitasnya, dari informasi yang sifatnya Umum , bisa dipilah menjadi informasi yang sfesifik tentang Kerajinan dalam arti luas, dan manfaat apa yang didapatkan kalau sudah bergabung di Komunitas Pengrajin Karangasem.

Informasi yang sifatnya terbuka seperti sekarang ini, bagi yang tidak bisa memilah, mengolah Informasi tentunya tidak akan bisa merasakan manfaatnya Informasi, Bagi yang salah memilah, mengolah informasi tentunya tidak akan dapat memanfaatkan Informasi secara efektif, bahkan bisa jadi informasi tersebut akan menyesatkan dan bisa jadi menimbulkan konflik apabila kita tidak benar dan bijaksana memanfaatkan informasi. Coba direnungkan bagaimana sekarang kita dibanjiri informasi setiap saat, setiap detik, baik melalui media Koran, radio, Televisi, majalah dan Internet, tentunya klo tidak punya pengalaman dan trik mengolah dan memanfaatkan Informasi , tentu kita akan kebingungan bahkan Informasi itu berlalu begitu saja, Sayang kalau hal itu sampai terjadi…!!!

Foto720 DSC00973

Berbicara akan Komunitas Pengrajin Kerajinan di Karangasem sesungguhnya menyimpan Potensi yang sangat memungkinkan untuk berkembang menjadi kuat dan besar , seperti contoh kerajinan Ata, kerajinan kayu, batu tabas, rontal dll. Mengenai kondisi Pengrajin di Karangasem Bali, product kerajinan sebagian besar diproduksi di rumah masing-masing ( home industri ), yang mana banyak dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga. Mereka mengerjakan kerajinan sambil bisa menunggu rumah, memasak, menjaga anak-anak ( melaksanakan fungsi ibu rumah tangga ), dan apabila ada kegiatan social kemasyarakatan bisa langsung terlibat dengan masyarakat lainnya. Kerajinan merupakan sector kegiatan yang menyerap tanaga kerja yang cukup banyak, dan sesuai dengan Budaya Bali, yang mayoritas merupakan pekerjaan yang dikerjakan dengan tangan (handmade).

membajak-1 DSC01181

Kerja-Nenun-awal bengkel-6

Dan fakta  di Lapangan, dengan Kondisi Geografis Karangasem yang ada diujung Timur yang cukup jauh dari kota Bisnis Denpasar, tidak kena jalur Nasional, dan kondisi SDM yang belum mendukung, mengakibatkan permintaan / Pesanan kerajinan ke Karangasem, masih mengalami mata rantai yang cukup Panjang, sangat jarang pesanan langsung dari Buyer. Hal ini mengakibatkan Pengrajin tidak menikmati keuntungan yang memadai, yang tentunya bisa menambah pendapatan tentunya hal ini akan meningkatkan taraf hidupnya.

Dengan semakin disadarinya peranan dan arti penting dari keberadaan industri kerajinan sebagai suatu usaha pemerataan pendapatan , penciptaan usaha baru, dan merupakan salah satu kegiatan yang merupakan sumber pendapatan, yang dapat mengurangi kemiskinan. Dan keberadaan Pengrajin disadari yang merupakan sector riil , jika Unit- Unit Kerajinan berkembang akan bisa menyerap tenaga kerja dalam upaya mengurangi Pengangguran yang berdampak pada mengurangi kemiskinan. .

DSC00855 DSC00857

Permasalahan Pengrajin Karangasem , Diantaranya seperti :

1. Kendala Informasi ( baik Informasi Pasar , Product dan Bahan baku sangat dirasakan Pengrajin Karangsem, dalam hal akses Informasi.

2. Coba kita bayangkan bagaimana product-produt Kerajinan Karangasem, yang diproduksi oleh Pengrajin Karangasem, begitu dipasaran sudah bermerek bukan Karangasem ?

3. Para Pengrajin di Karangsem, masih berjalan sendiri-sendiri, belum ada wadah bersama sebagai sumber informasi, dan komunikasi untuk menjawab permasalahan , baik dalam hal Produksi, Permodalan dan yang terpenting adalah Pemasaran.

4. Kondisi Pengrajin Karangsem khususnya, kebanyakan masih mengerjakan pekerjaan kerajinan setengah Jadi, yang belum diphinishing, atau yang belum diberikan asesoris, sehingga product Karangasem tidak ada yang menggunakan Label Karangsem.

Belum adanya Wadah bersama Pengrajin dalam mendapatkan informasi, mengatasi permasalahan/ kendala dan mencari Peluang Pasar., berperan secara kebersamaan dalam menerobos Pemasaran. Dan setelah mengikuti Pameran dari salah satu Pengrajin Karangasem, jika ada pihak yang mengadakan hubungan dengan Pelaku tersebut, kesulitan berkomunikasi akibat keterbatasan SDM Pengrajin yang bersangkutan, ditambah lagi tidak ada Lembaga yang bisa dikontak atau dihubungi oleh Buyer. Juga keberadaan Pengrajin/ Pelaku yang tidak mempunyai/memiliki Website/ Internet, kesulitan dalam hal mengakses Informasi terbaru dari perkembangan Product Karangasem, baik menyangkut disain .

Khusus dalam hai Informasi dan Promosi Product Pengrajin, Koperasi Kerajinan Karangasem bisa menjembatani disamping bekerjasama dengan Dinas/ Instansi terkait, juga yang tidak kalah pentingnya sekarang, dengan menggunakan Teknologi Informasi berupa Pembuatan dan Pengelolaan Website, yang memuat special product-product Karangasem, yang berbasis Komunitas Pengrajin.

1. Dengan Teknologi Internet, Para Pengrajin yang terhimpun dalam Koperasi Kerajinan Karangasem bisa melakukan komunikasi dan memperoleh Informasi dengan memanfaatkan media Internet dengan fasilitas Komputer atau Laptop, tetapi juga bisa menggunakan sarana Handphone/ HP.

2. Dengan Website kita bisa menginformasikan informasi product-product Karangasem, baik ke Pelaku, Pemerintah Propinsi ataupun Pemerintah Pusat yang bisa langsung dilihat dengan melalui media Internet.

3. Dengan Internet, Pengrajin yang telah berpameran, saat sebelum berangkat dan saat sedang Pameran atau jika sudah berpameran bisa diinformasikan langsung melalui Website bersama bagi Pengrajin.

4. Dengan adanya Media Website bersama ini, nantinya bisa dimanfaatkan antara Pelaku dengan Pembina khususnya dari Dinas dan Instansi, saling mendukung dengan tujuan mengangkat Pengrajin dan Potensi Karangasem.

5. Dengan memanfaatkan media Internet Product Kerajinan Karangasem dan Potensi Karangasem bisa diinformasikan setiap saat sehari 24 jam, kalaupun kita bersama lagi tidur sekalipun.

Foto1308 Internet-U-Petani

DSC00945 DSC01257

Tujuan Pembentukan KIM Komunitas Pengrajin Karangsasem :

  1. Untuk memudahkan pihak Dinas Terkait yang berfungsi membina Pengrajin, dan memudahkan Lembaga Dekranasda dalam melakukan Pembinaan dan melakukan Pemberdayaan Pengrajin secara Lintas Sektoral.
  2. Pengrajin Punya Wadah untuk mencari solusi bersama dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi Pengrajin. Wadah bersama menjawab persoalan Pengrajin baik dibidang Produksi, Permodalan dan Pemasaran ( Pameran, Brosur )
  3. Sebagai Wadah untuk memperjuangkan bersama dalam hal kebijakan Pemerintah dan Legislatif akan komitment membantu Industri Kerajinan menyangkut tentang Kelembagaan, Permodalan, Produksi dan Pemasaran.
  4. Menyiapkan Wadah Lembaga , yang mana nantinya sudah selesainya Dermaga Cruise dan Pasar Seni di Tanah Ampo ( Manggis ).

Misi KIM “ Komunitas Pengrajin Karangasem “:

Menginformasikan, mempromosikan dan membantu memasarkan product-product Kerajinan Karangasem dan memberikan Informasi secara Terpadu termasuk informasi Bahan Baku, Informasi Produk menyangkut Disain Pengembangan.

Strategi .

  1. Sosialisasi KIM Komunitas Pengrajin Karangasem, sekaligus membentuk Kelembagaan KIM Komunitas.
  2. Menyinkronkan Langkah KIM Komunitas dengan Lembaga Karangasem Centre, dengan menyinkrunkan program secara Terpadu dengan Lembaga lainnya, seperti Koperasi, dekopinda dan dekranasda.
  3. Menyinkrunkan Program antara Media Centre dengan Karangasem Centre dan membuat program terpadu lintas Dinas / Instansi.

Dengan berapa pertimbangan dan alasan tersebut , sudah sangat mendesak bagi pihak-pihak terkait untuk segera bisa mewujukan suatu Lembaga Terpadu , yang bisa akan mengatasi Permasalahan Pengrajin Karangasem, sehingga keberadaan Pengrajin bisa memperoleh Informasi, bisa mengakses dan bisa memilah dan mempergunakannya secara Tepat dan Benar serta berkelanjutan. Dan muara akhirnya bagaimana Masyarakat Karangasem, bisa Sejahtera, sesuai dengan Visi Pemerintah Kabupaten , Menuju Masyarakat Karangasem yang Sejahtera “ Ya Ca Iti Dharma “

Kontributor

Ketua KIM “Gatra Wahana “

Komang Sugiarta, prusugi@gmail.com.


Responses

  1. Dua jempol( kalau perlu empat jempol!! ) buat Pak Komang “OJOK” Sugiarta…!!
    Salut dan respect atas perjuangannya untuk membangun Tegallinggah dalam bidang IT…
    Pak Mang… lanjutkan!

  2. Kepada ketua KIM Gatra Wahana
    Kami sangat salut melihat perhatian pemerintah terhadap keberadaan KIM, jauh beda dengan keberadaan KIM Kab. Malang yang tidak teranggarkan sepeserpun, namun kami sebagai pelaku KIM tidak menyerah begitu saja, ternyata ada Kota lain yang memperhatikan saya, selaku pemerhati KIM Salah satunya Kota Malang yang justru sangat merespon saya, dalam arti konsep kemandirian KIM yang kami presentasikan saat ada pekan KIM di Probolinggo, kami menawarkan diri kepada Pak Komang kami punya Konsep Kemandirian KIM melalaui optimalisdasi tehnologi HP yang dimiliki oleh Masyarakat tercipta peluang kerja bagai masyarakat dan terwujudnya KIM yang Mandiri dan mampu menjadikan KIM sebagai wadah yang akan bermanfaat bagi masyarakat Hari Warisbi 03417680846,081334117458


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: