Oleh: Komang Sugiarta | Juli 25, 2009

Ajeg Bali

web-pasphoto-udengBerselancar di Arus Perubahan

Budaya Bali Yang dilandasi Agama Hindu menjadi sesuatu yang wajib  dilestarikan menyesuaikan dengan perkembangan dan seperti wacana sekarang bagaimana Ajeg Bali bisa diwujudkan dalam suasana Bali yang penuh dengan Dinamika dan Tantangan dari Luar ???

Bagaimana Budaya Bali bisa ajeg, dengan bisa berselancar diarus gelombang Perubahan, tanpa harus tenggelam ataupun melawan arus dari Perubahan itu sendiri.

Untuk mewujudkan Cita-Cita Luhur diatas selalu harus disikapi secara bijaksana dan  harus dipahami secara keseluruhan ,kenapa pergeseran nilai-nilai itu terjadi tanpa kita sadari bahwa pergeseran nilai –nilai Luhur Budaya kita sudah semakin tergerus akibat Perubahan yang terjadi begitu Dasyatnya?? ajeg Bali sangat rentan keajegannya dimasa yang akan datang mengingat Desakan Perubahan Dari Luar dalam kontek Globalisasi tanpa disadari Nilai-nilai Peradaban yang ada pada kita semakin tergerus dengan dalih diatas.Unsur  Kreatifitas memegang peranan yang sangat Strategis sehingga didalam Lembaga Asram & PKBM bisa diwujudkan aneka kreatifitas tanpa meninggalkan jati dirinya khususnya yang lagi diminati atau dibutuhkan Pasar, atau menciptakan suatu produk/ kegiatan yang diprediksikan akan dibutuhkan dan diminati oleh Pasar tanpa tercabut dari akar Budayanya sendiri dan ini merupakan terobosan yang perlu kiranya mendapatkan penekanan sehingga produk-produk PKBM bisa diperhitungkan ditingkat persaingan antar produk/ jasa layanan yang ada di Pasar baik Lokal maupun Mancanegara.

Apakah sesungguhnya ajeg Bali itu…?,  apakah kita akan bertahan di Lautan Tradisi , yang mana begitu orang mendengar kata Tradisi yang terbayang adalah adat istiadat yang merupakan warisan masa Lalu, yang sudah turun temurun yang sangat sacral untuk diadakan perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan Jaman. Kenapa kita sering terjebak dengan kemasan Tradisi,  akhirnya tanpa sadar sering memasung kreatifitas warga kita sendiri yang ada di Lingkungan , baik Banjar Adat maupun Desa Adat ataupun warga kita yang ada di Perantauan . Sedangkan warga yang tidak termasuk warga Banjar Adat ataupun Desa Adat kalau mereka melakukan kesalahan atau tindak pidana hanya mereka dikenakan sangsi hukum saja. Coba kalau ada warga kita yang melakukan kesalahan yang melanggar awig, dan apalagi termasuk tindak pidana atau perdata jelas akan kena pasal berlapis, sudah kena sangsi hukum, juga kena sangsi Banjar Adat atau Desa Adat.

Sesungguhnya kemajuan di Banjar atau di Desa sangat ditentukan sekali oleh Pemimpinnya, yang mana ditingkat Banjar dipimpin oleh seorang Klian Banjar Adat atau Bendesa Adat.  Klo Pemimpinnya kebetulan SDM nya bagus maka Banjar atau Desa tersebut akan cepat mengalami kemajuan. Klo sebaliknya justru Pemimpinnya tidak akan bisa memanfaatkan Potensi Banjar atau Desa Adat, baik yang ada di Desa maupun tyang ada diperantauan.

Astungkara dengan Program Telkom membuat terobosan membuat program E-Banjar, kalau Teknologi Internet bisa digunakan / dimanfaatkan secara baik, tentu akan terjadi perubahan besar terhadap perkembangan SDM yang ada di Banjar.

Berbicara Teknologi Informasi / Internet, dan apapun itu  selalu kita harus bijak memaknai seperti kita memegang senjata / pedang bermata dua, kita harus menyadari bahwa di Dunia itu selalu dalam wujud Rwa Bhineda , ada siang ada malam, ada putih ada hitam , tergantung kita dari mana memandangnya. Ada ketakutan beberapa orang tua khawatir klo anaknya bermain Internet, jangan-jangan mereka mengakses gambar –gambar yang konotasi Porno yang belum layak untuk dilihat.  Klo dilihat dari sudut pandang lainnya ternyata anak-anak yang aktif an kreatif mencari contoh-contoh soal mata pelajaran, mencari pengetahuan Umum, mengenal Dunia lebih detail, ramalan cuaca , perkembangan Ilmu Pengetahuan dan informasi positif lainnya tentunya kehadiran Teknologi Internet akan sangat membantu anak-anak Kita .

Klo kenyataan pilihan seperti diatas lantas kita akan memilih yang mana dan Kemana Kita akan melangkah…?.

Dan kalau kita mau jujur dan memandang persoalan secara logis, betapa anak-anak dan kaum Remaja apakah mereka tidak memiliki HP…?, Ternyata Hp yang mereka bawa terkadang dari Generasi yang sudah canggih, apakah kita tahu bahwa dari HP nya mereka tidak mereka gunakan untuk mengakses Website/ Situs Internet..?, apakah kita sepenuhnya bisa mengawasi mereka

Lantas kita gimana, yang jelas kita selaku orang yang lebih dewasa atau sudah menjadi orang tua mestinya yang perlu kita berikan pembekalan pada anak-anak, bagaimana mereka bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik, dan yang lebih penting harus kita memberikan contoh yang baik pada anak-anak kita, agar tidak seperti pepatah “Guru Kencing Berdiri anak kencing Berlari.”

Klo teman-teman ada  ide/ pemikiran, silahkan memberikan Komentar atau masukan.

Komang Sugiarta

Prusugi@gmail.com


Responses

  1. Ajeg Bali, sing je ajeng Bali…
    Mekejang gumi strategis di Bali, suba kegelahang anak uli dauh tukad…
    Ken2 ne??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: