BILD0742 BILD0749

Candi Kurung dan Pemujaan Padmasana di Banjar Tegallinggah, setelah Direnovasi.

Apa yang terbayang dibenak Masyarakat kebanyakan / awam begitu mendengar Pasraman ? mungkin sekilas akan terpikirkan tempat seorang pendeta, tempat kumpulan jero mangku yang telah berumur yang membahas tentang bebantenan, mantera dan membahas perdebatan yang rumit tentang agama hindhu. Dan dalam kehidupan nyata / Fakta dilapangan kenyataannya masih sangat minimnya Pemahaman akan Agama Hindhu itu sendiri, seolah-olah apa yang mereka lakukan turun temurun menyangkut Adat Istiadat Itulah Agama. Pemahaman yang mana Adat dan yang mana Agama sepertinya menjadi rancu sehingga sering terlihat sangat Paradok/ bertentangan antara Agama dan Adat itu sendiri. Terlihat Agama seperti terbungkus oleh Adat Istiadat.Begitu juga akan halnya yang sangat semarak menyangkut Pelaksanaan Upacara Yadnya yang menghabiskan biaya yang sangat besar, belum diimbangi sama Pemahaman Agama yang seimbang dengan Pelaksanaan Upacara/ Ritual. Invetasi dalam hal pendidikan dalam meningkatkan SDM umat kita masih sangat minim . Pertemuan di banjar / sangkepan tema yang dibahas masih didominasi adat dan dedosan, hal itu berarti peningkatan SDM melalui media Banjar masih sangat minim.

BILD0696 BILD0757
DSC02855 DSC02894

Belajar di Pesraman, sepertinya persepsi Masyarakat hanya belajar tentang Pelajaran agama Saja, sudah saatnya Pesraman harus ditampilkan dipresentasikan sebagai lembaga tradisional yang multi fungsi , tetapi menyiapkan SDM nya mampu bersaing kedepan dengan mengikuti perkembangan Teknologi dan materi pembelajaran/ program menyesuaikan dengan tuntutan jaman dimasa Global yang tidak kehilangan jati diri Budaya yang dijiwai Agama Hindu.

Apa yang terbayang dibenak Masyarakat begitu mendengar kata Banjar, seperti yang telah disebukan diatas, persepsi Masyarakat Kebanyakan masih merupakan Lembaga yang hanya mengurus masalah persoalan Adat saja, yang seolah-olah Adat / Budaya adalah merupakan hanya peninggalan masa Lalu saja, tetapi yang lebih mendasar harus ada pemikiran dan gerakan reformasi minset tentang Banjar, bahwa banjar juga disamping harus mempertahankan peninggalan yang baik dimasa lalu, tetapi kalau yang sudah tidak cocok lagi dimasa kini , apalagi dimasa datang semestinya menjadi pokok perhatian untuk di revisi atau diperbaiki.

Upakara Adat yang sudah menjadi kebiasaan dengan kurangnya Pemaknaan sudah semestinya berani mengadakan terobosan dengan penyederhanaan ataupun dengan melakukan Upakara secara bersama / Masal ( seperti ngaben masal, atau yang lainnya ).

Begitu pula SDM Warga Banjar khusunya Pengurus/ Klian atau Prajuru Banjar sudah semestinya dapat peningkatan penguatan SDM, dengan melakukan program Pendidikan Kemasayarakatan melalui jalur Pendidikan Non Formal kerjasama dengan Lembaga yang ada di Banjar/ Desa , sehingga masyarakatnya menjadi melek secara Umum ataupun melek tentang Teknologi. Lembaga Banjar bersinergi dengan Pemerintah /Dinas /Instansi memerangi kebodohan mAsyarakat/Krama dengan Program Keaksaraan, Kejar Paket ataupun ketrampilan. Begitu juga gerakan membiasakan masyarakatnya senang membaca melalui Taman Bacaan Masyarakat yang ada di Banjar. Penganguran dan ketenaga kerjaan tentunya bisa digarap melalui Lfe Skill.

Masalah keamanan menjadi titik perhatian yang utama, perkelahian antar pemuda, perselisihan antar Banjar yang banyak dipicu oleh persoalan anak-anak muda yang sesungguhnya sering inti persoalannya masalah sepele, seperti ketersinggungan. Juga adanya bemper untukmenjauhkan generasi mudanya dari bahaya Narkoba, HIP dan minuman beralkohol

Masalah Lingkungan , diantaranya Sanitasi, kebersihan Lingkungan , merupakan sesuatu yang perlu digarap oleh Pengurus Banjar dengan melibatkan Krama Banjar , tentunya hal ini merupakan cikal bakal menjadikan banjar kedepannya bisa dipersiapkan untuk menjadi Desa Wisata dalam skup wilayah Banjar Adat. Yang idak kalah pentingnya peran ibu-ibu bisa digarap secara Optimal dalam konteks Pemberdayaan Perempuan.

Ekonomi Warga / Krama Banjar tentunya juga harus mendapatkan perhatian dari para Prajurunya, tentunya hal ini kerjasama dengan Aparat Pemerintahan / Dinas Instansi terkait. Lembaga Ekonomi yang sangat urgen mestinya bisa dibentuk Koperasi Banjar, yang bisa melayani kebutuhan karma Banjar dengan mendapatkan harga yang leih murah dan Pelayanan yang lebih baik.

Dengan gambaran sekilas tentang Pesraman dan pemahaman tentang agama Hindhu di Bali khususnya di masyarakat , tentunya perlu diajarkan / diperkenalkan agama hindhu sejak usia dini dan Taman Kanak Kanak ( TK ). Penanaman nilai-nilai Agama Hindu secara kongkrit dapat disampaikan melaui Pendidikan . Pesraman merupakan sebuah solusi untuk tempat penyampaian nilai-nilai agama hindu, sehingga tidak melahirkan Generasi “ Anak Mula Keto “. Pendidikan di Pesraman menekankan pada disiplin diri , mengembangkan akhlak mulia, pengekangan hawa nafsu, rajin, suka bekerja keras dan gemar menolong oranglain.

Proses edukasi pasraman harus mengusung dan berpayung pada tiga komponen dasar, yakni satyam – ciwam – sundaram (benar – suci – indah). Tiga substansi ini tak bisa dipisahkan satu sama lain. Sebab, merupakan biji dasar, energi utama yang akan membangun meru kesadaran (meru dandaksara), sebab ia merupakan kapasitas kecerdasan akal budi, tiga mantra kecerdasan yang harus dihidupkan pada pribadi manusia. Tanpa tiga energi itu, mustahil direngkuh kecerdasan Tuhan. Diharapkan dari pasraman ini akan lahir manusia muda yang tak cuma memiliki bobot pengetahuan tinggi, tetapi rasa dan wiweka-nya juga mengagumkan. Sanggup menghadapi zaman yang senantiasa berubah, serta jelas akar ke-Bali-annya,

Pasraman bukan membentuk manusia yang hanya akan menggeluti hal hal yang bersifat rohani saja akan tetapi adalah mempersiapkan kehidupan gryahasta supaya bermanfaat untuk masyarakat dan menyumbang kepada masyarakat sesuai dengan kewajiban material mereka masing masing.

Pasraman Kriya Winangun Banjar adat Tegallinggah merupakan Lembaga yang berbentuk Yayasan , yang ada dibawah lingkup Banjar tegallinggah.

Prejuru Banjar  Tegallinggah

Posted by: Komang Sugiarta | February 6, 2011

Pembenihan Padi Organik

Hemat Tempat & Efektif dalam perawatan.
imageMungkin selama ini petani kita masih disibukan dengan lahan pembenihan  jika menjelang musim tanam, sedangkan tanaman sebelumnya masih bisa untuk berproduksi (tanggung untuk diganti dengan tanaman padi). Suatu cara yang sudah dikembangkan oleh petani di luar Bali, pembenihan tetap bisa dilaksanakan dengan tidak mengorbankan tanaman yang masih ada, yaitu pembenihan menggunakan media/tempat terpisah dengan lahan yang akan ditanami (pembenihan dilakukan pada nampan atau sejeisnisnya) ini cukup efektif dan dapat di jadikan solusi alternative apabila lahan pesemaian kendala, atau pada saat pesemaian benih sering terjadi gangguan hama seperti Tikus, Burung, atau hama lainnya.
Begitu juga apabila kita mengharapkan hasil panen yang lebih, hendaknya dilakukan perawatan mulai dari pemilihan benih, perawatan benih, serta proses pencabutan benih tidak menyakiti benih itu

Langkah-langkah persiapan benih padi dengan menggunakan metoda SRI (System of Rice Intensification) :

Buat larutan air garam image

dalam ember untuk perendaman benih padi

Gunakan telur itik sebagai indikator konsentrasi larutan garam ; apabila telur itik mengapung dalam larutan tersebut, maka konsentrasi garam telah dianggap cukup / sesuai.

Benih dimasukkan ke dalam larutan garam tersebut (kebutuhan benih sekitar 5 kg/ha)

image

imageDiamkan selama Benih diaduk secara pe rlahan selama 1 – 2 menit.

kurang lebih 10 – 15 menit sampai benih yang baik dan yang jelek terpisah. Benih baik akan tenggelam, sedangkan  benih jelek akan terapung

Benih yang mengapung disisihkan dengan  Menggunakan saringan.

imageBenih tenggelam diambil dan dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan sisa garam yang menempel.

imageBenih yang terpilih kemudian direndam dalam air bers ih selama 24 – 48 jam (1 -2 hari)

imageBenih kemudian ditiriskan (di angin-anginkan di tempat teduh yang terlindung) selama 1 – 2 hari sampai berkecambah.

Langkah-langkah persemaian benih :

  1. Siapkan tempat persemaian dengan baik. Persemaian dapat berupa nampan plastik, nampan anyaman bambu, atau lahan persemaian seperti pada metoda konvensional (cara ini tidak  dianjurkan karena lebih beresiko pada kerusakan akar bibit)
  2. Lapisi tempat persemaian dengan daun pisang segar.
  3. Lapisi di atas daun pisang dengan media tanah (sebaiknya campuran tanah dan kompos (1 banding 1) setebal 4 cm.
  4. Benih kemudian ditabur merata di atas media tanah.
  5. Tutup benih yang disemai dengan media tanah secara tipis (sekitar 0,5 – 1 cm).
  6. Simpan nampan pembibitan di atas rak-rak yang telah disediakan di tempat terbuka atau tempat bernaungan yang tembus cahaya matahari (sungkup plastik ; untuk menghindari limpasan air hujan) dan terlindung dari hewapiaraan.
  7. Siram persemaian dengan menggunakan sprayer yang bersih (bebas dari sisa pestisida) setiap hari, sebaiknya pagi dan sore hari.
  8. Bibit akan siap dipindahtanamkan pada umur 5 – 10 hari setelah semai (2 helai daun).

image

image
image image

image

image

Kebutuhan benih untuk 1 hektar lahan maksimal 12-15 kg, hal ini téh tergantung pola tanam yang digunakan

Benih Padi siap tanam Peluang baru Benih padi umur 11 hari
clip_image002[4] clip_image002
  • Dipersembahkan
  • Team Koperasi Organik Indonesia ( KOI )
  • Komang Sugiarta, Email : prusugi@gmail.com
  • Sumber : Panduan Budidaya Padi Hemat Air / SRI – DISIMP – Nippon Koei
Posted by: Komang Sugiarta | August 11, 2010

FORUM KIM ( KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT ) KARANGASEM

Forum KIM Karangasem  Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat.

DSC00641 Bali terkenal dengan sebutan Bali seribu Pura, Bali Pulau Cinta, Bali Is Paradise, Bali Island Of God, Bali menuju Pulau Organik, bali Clean and green, dan banyak sebutan lain tentang bali yang indah. Lantas apa yang ada di Karangasem yang sampai saat ini masih merupakan salah satu dari 199 Kabupaten / Kota Tertinggal di Indonesia,yang terletak diujung timur Pulau Bali, padahal sesungguhnya Karangasem menyimpan Potensi yang cukup besar, sangat Potensial dikembangkan Pariwisata Spiritual, yang selain alamnya yang masih Alami, ditunjang dari Banyaknya Pura Tempat Suci yang ada di Karangasem, ditunjang lagi dengan Kearifan Budaya Lokal, Lembaga Subak, Banjar Adat, Desa Pekraman yang mendukung Pariwisata seperti Pertanian. Sector UKM dan Koperasi jika dikembangkan secara Optimal. Dan sebagai contoh di Karangasem yang menghasilkan product Kerajinan Ate, Kerajinan Bokor, Kerajinan Tenun , juga Salah satu contoh sector Pertanian , yang mana sekarang lagi digiatkan kesektor Pertanian Organik, dalam arti luas menyangkut sector pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Adapun product tersebut adalah Product Salak Organik, VCO Organik, Mete Organik, Wine Salak, Daging ayam kampung Organik termasuk beras organic.

membajak-1 Kalau kita berbicara tentang Image Tentang Desa … , Apa sih yang ada dibenak Orang disaat menyebut Desa?, Mendengar kata Desa , pesan yang ada identik dengan kemiskinan, kondisi Lingkungan yang terbelakang, baik secara ekonomi, pendidikan , taraf hidup dan sebagainya. Bertempat tinggal di desa sepertinya tidak punya Gengsi/ kebanggaan. Karena persepsi yang terbentuk seperti itu anak muda meninggalkan Desanya ke Kota, tidak mau berprofesi sebagai Petani, kalaupun di Desa belum bekerja lebih baik dan lebih bergengsi mereka menjadi Pengangguran. Gambaran tentang angka Kemiskinan yang ada di Masyarakat, hal yang mendasar jelas akibat tingkat pendidikan yang kurang memadai, kurangnya akses informasi dan kurangnya ketrampilan, sehingga peluang Pekerjaan yang ada tidak bisa diraih

DSC01399 Perkembangan teknologi informasi di Kabupaten Karangasem, sebagaimana juga di Kabupaten lain, telah berkembang secara cepat. Perkembangan teknologi informasi tidak hanya menyentuh seluruh lapisan yang ada di masyarakat perkotaan, instansi, sekolah di dalam kota saja, tetapi sudah merambah ke daerah pedesaan dan masyarakat kelas menengah kebawah. Dan sangat ironis juga fakta di Lapangan yang ada masih banyaknya sumber daya manusia khususnya yang berada di marjin kemiskinan menyebabkan kesempatan untuk memperoleh Informasi secara utuh sangat minim, bahkan hampir tidak ada, Sehingga akan membawa dampak yang berujung pada lumpuhnya penyebaran informasi dan pertukaran informasi dalam persaingan bisnis global dan berujung pada kemiskinan yang sesungguhnya .

Terbentuknya Forum KIM Karangasem, sebagai bentuk penyikapan akan Peluang yang telah diberikan oleh Pusat dalam pengembangan dan pemanfaatan IT begitu terbuka, dan kondisi yang telah mengglobal, ditambah lagi kenyataan di masyarakat terjadi perubahan yang demikian besar dalam hal pemanfaatan Sarana Informasi khususnya dikalangan Anak- anak Muda. Forum KIM yang telah dibentuk oleh dinas Kominfo, belum bisa berbuat banyak untuk memberikan bantuan akan keberadaan KIM di Karangasem yang tercatat 68 KIM dari jumlah KIM di Bali sebanyak 86 KIM, setara 79 % Lembaga KIM ada di Karangasem. Sedangkan di Karangasem dari jumlah 68 KIM yang telah dibentuk, 6 KIM sudah ditetapkan menjadi KIM Percontohan, dan dari keenam KIM yang ada yang dimotori oleh KIM Gatra Wahana membentuk Forum KIM Karangasem.

DSC01860 DSC01859 Pembentukan Forum KIM di karangasem-bali  , yang mungkin pertama kali Indonesia yang difasilitasi Dinas Kominfo Karangasem, tertanggal 1 Agustus 2010 , sebagai wujud apresiasi Prakarsa Buttom Up Lembaga Sosial Kemasyarakatan yang merupakan keinginan KIM yang ada khususnya 6 KIM percontohan membentuk Forum KIM sebagai wadah bersama Lembaga KIM dan sebagai Mediasi antara Masyarakat dan Pemerintah/ Dinas / Instansi dalam mempercepat penggunaan IT secara Benar. Dengan terbentunya Forum KIM Karangasem, yang ditindak lanjuti dengan mengadakan Diskusi Terbatas / sarasehan yang difasilitasi Dinas Kominfo , tanggal 11 Agustus 2010 dengan 6 KIM Percontohan yang bertempat di Dinas Kominfo, Perbekel, Dinas/ Instansi terkait seperti Bapeda Karangasem, Disperindag, Pertanian, Peternakan, Dinas Perkebunan dan kehutanan, Dinas Budpar, Dians Koperasi dan UMKM, Dinas Pemdes ( pemberdayaan Masyarakat Desa ), Kabag Humas Dalam Hal ini Forum KIM Karangasem akan berjuang terus mensosialisasikan Forum KIM , sehingga 68 KIM yang ada sekarang di Karangasem bisa menjadi Anggota Forum , dan keberadaan KIM akan lebih dikenal dan lebih diperhitungkan , sehingga layak diajak kerjasama dan berguna untuk Masyarakat.

Adanya inisiatif pembentukan Forum KIM Karangasem yang dibentuk 6 ( enam) KIM , yang mana masing-masing dari keenam KIM ini memiliki Potensi yang perlu diinformasikan dan dipromosikan dengan potensi Lokal yang dimiliki , Seperti :

  1. KIM gatra Wahana , dengan Koperasi Organik Indonesia membuat program Pertanian Organik seperti beras dengan varietas unggulan seperti beras merah, beras Coklat dan beras Hitam.
  2. KIM Werdi Guna Nongan, dengan Potensi, Dodol Nongan, Peternakan dan Perkebunan.
  3. KIM Eka Mandala Putra Sangkan Gunung , dengan Potensi Pertanian dan perkebunan
  4. KIM Widia Dharma Bugbug, dengan potensi Pariwisata Desa Budaya dan Pembibitan Bronstock Udang Terbesar di Indonesia.
  5. KIM Wertha Jagaditha Culik, Abang , terkenal dengan Perkebunan Mete Organik, dan Kerajinan Bambu.
  6. KIM Kuncara Giri Sibetan dengan Potensi Agrowisata dan Sentra Salak bali berikut olahannya seperti wine salak, dodol salak dan kripik salak .

Forum KIM Karangasem mempunyai misi agar KIM yang ada di Karangasem bisa dibuat Integrated dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi dengan menampilkan informasi dan Potensi yang ada di Lingkungannya. Forum KIM menyadari akar kemiskinan yang ada dimayarakat adalah akibat faktor Pendidikan,dan kurangnya akses Informasi yang diterima. Masyarakat yang cerdas dapat memanfatkan IT secara benar

DSC01442 DSC01450 Dengan IT Paradigma tentang Desa Miskin, Petani bisa lebih bermartabat dengan masuknya Internet sampai di desa. Slogan yang ada sekarang dengan istilah-istlah Desa ‘pinter’ , Desa berdering, Desa Digital , Desa Cyber, Desa Online, Desa Global, tidak hanya menjadi slogan semata. Dengan terbentuknya Forum KIM , yang bisa berkoordinasi dan membuat program lintas sektoral dengan Dinas / Instansi tentunya akan menjadi sangat bermanfaat untuk mengurangi kesenjangan informasi ditingkat Masyarakat, tidak terbatas hanya di Karangasem saja, bahkan dibentuk jaringan antar KIM di Propinsi Bali . Begitu juga dengan Pemanfaatan IT, sesuai dengan Janji Visi dan Misi Bupati Karangasem saat berkampanye dan Program yang telah dirintis oleh Bupati seperti Dermaga Kapal Pesiar di Tanah Ampo , Pasar Seni di Manggis, Pembenihan Bronstock di Bugbug bisa saling mendukung dalam Informasi dan yang menjadi perhatian adalah seberapa jauh Forum KIM dapat berkiprah untuk Anggota KIM dan Masyarakat, menunjukkan dirinya adalah KIM yang Independen dan Mandiri.

Untuk hal tersebut kami bersama teman di Forum KIM Karangasem lagi menyiapkan Portal web : http:// Organikbali.org dan menyiapkan Web KIM http://gatrawahana.organikbali.org.

  • Amlapura, 10 Agustus 2010
  • Ketua Forum KIM Karangasem
  • Komang Sugiarta,Email : prusugi@gmail.com

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.